Mendirikan sebuah bisnis bersama teman atau mitra adalah sebuah perjalanan yang dimulai dengan optimisme yang meluap-luap. Ada visi yang sama, semangat yang membara, dan kepercayaan yang mutlak. Di fase “bulan madu” ini, membahas skenario terburuk—seperti apa yang terjadi jika salah satu pendiri ingin keluar, atau bagaimana jika terjadi perselisihan sengit—sering kali terasa canggung, tidak perlu, bahkan pesimistis. Para pendiri sering berkata, “Kita teman, kita bisa bicarakan ini baik-baik nanti.”
Table of Contents
ToggleIni adalah asumsi yang berbahaya dan merupakan sumber dari begitu banyak kisah pecah kongsi yang menghancurkan startup-startup paling potensial sekalipun. Kepercayaan adalah fondasi, tetapi dalam bisnis, kepercayaan harus dituangkan ke dalam sebuah kerangka hukum yang jelas. Kerangka hukum fundamental untuk hubungan antar pemilik dalam sebuah PT adalah Perjanjian Pemegang Saham (Shareholders’ Agreement – SHA).
Banyak yang keliru menganggap Anggaran Dasar (AD/ART) perusahaan sudah cukup. Padahal, SHA adalah dokumen yang jauh lebih dalam, lebih personal, dan lebih strategis. Ini adalah “perjanjian pranikah” untuk bisnis Anda, sebuah buku aturan main yang disepakati bersama saat semua pihak masih berpikir jernih dan objektif.
Mengandalkan contoh shareholders agreement dari internet adalah sebuah pertaruhan besar. Dokumen ini terlalu penting untuk diserahkan pada template generik. Panduan ini akan menjelaskan secara mendalam mengapa Anda mutlak membutuhkan SHA, apa bedanya dengan Anggaran Dasar, klausul-klausul penyelamat apa saja yang harus ada di dalamnya, dan mengapa jasa pembuatan SHA profesional adalah investasi terbaik untuk kelanggengan kemitraan dan bisnis Anda.
Anggaran Dasar vs. Perjanjian Pemegang Saham: Kenali Bedanya
Untuk memahami pentingnya SHA, Anda harus terlebih dahulu memahami keterbatasan dari Anggaran Dasar (AD/ART) yang tertuang dalam Akta Pendirian.
Anggaran Dasar (Akta Pendirian)
- Sifat: Dokumen publik yang didaftarkan ke negara (Kemenkumham).
- Fungsi: Bertindak sebagai “konstitusi” perusahaan yang mengatur hubungan antara perusahaan dengan pihak eksternal dan aturan main tata kelola yang bersifat umum sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
- Cakupan: Mengatur hal-hal seperti nama perusahaan, maksud dan tujuan, modal dasar, dan prosedur umum untuk RUPS.
- Keterbatasan: AD/ART bersifat formal dan sering kali generik. Ia tidak bisa (dan tidak seharusnya) mengatur kesepakatan-kesepakatan yang sangat spesifik dan personal di antara para pemegang saham.
Perjanjian Pemegang Saham (Shareholders’ Agreement – SHA)
- Sifat: Dokumen pribadi dan rahasia yang mengikat hanya para pihak yang menandatanganinya (yaitu, para pemegang saham).
- Fungsi: Bertindak sebagai “perjanjian internal” yang mengatur secara sangat detail mengenai hak, kewajiban, dan hubungan di antara para pemegang saham itu sendiri.
- Cakupan: Mengatur hal-hal yang tidak akan pernah Anda temukan di Anggaran Dasar, seperti:
- Siapa melakukan apa (peran spesifik founder).
- Bagaimana jika terjadi kebuntuan (deadlock) dalam pengambilan keputusan?
- Apa yang terjadi jika seorang pendiri meninggal dunia, cacat, atau bercerai?
- Bagaimana cara valuasi saham jika seorang pendiri ingin keluar?
- Larangan untuk bersaing atau membajak karyawan jika seorang pendiri keluar.
Singkatnya, jika Anggaran Dasar adalah kerangka rumah, maka SHA adalah detail interior, sistem kelistrikan, dan jalur evakuasi darurat yang dirancang khusus untuk para penghuninya. Anda mutlak membutuhkan keduanya.

Anatomi SHA yang Kuat: Klausul-Klausul Penyelamat Bisnis
Sebuah perjanjian pemegang saham yang komprehensif adalah dokumen yang mengantisipasi masa depan. Ia memaksa para pendiri untuk membahas topik-topik sulit di awal, agar tidak menjadi sumber pertikaian di kemudian hari. Berikut adalah anatomi dan klausul-klausul paling krusial.
1. Tata Kelola dan Pengambilan Keputusan (Governance & Decision Making)
Anggaran Dasar mungkin hanya menyebutkan kuorum RUPS. SHA akan merinci lebih dalam:
- Keputusan Mayoritas vs. Keputusan Khusus: Mendefinisikan keputusan apa saja yang bisa diambil dengan suara mayoritas biasa, dan keputusan apa saja yang membutuhkan persetujuan khusus (supermajority atau bahkan 100% setuju).
- Materi Keputusan Khusus: Contohnya, menjual perusahaan, mengambil utang di atas nilai tertentu, mengubah arah bisnis utama, atau menerbitkan saham baru yang akan mendilusi kepemilikan.
- Mekanisme Penyelesaian Kebuntuan (Deadlock Provision): Apa yang terjadi jika ada dua pendiri dengan kepemilikan 50:50 dan mereka tidak setuju pada satu keputusan vital? SHA akan mengatur mekanismenya, misalnya dengan menunjuk mediator atau menggunakan klausul buy-sell.
2. Hak dan Kewajiban Para Pendiri (Founder’s Rights & Obligations)
- Peran dan Tanggung Jawab: Menguraikan secara jelas peran eksekutif masing-masing pendiri di dalam perusahaan (CEO, CTO, COO, dll.).
- Komitmen Waktu: Menetapkan ekspektasi mengenai komitmen waktu (misalnya, full-time) dari masing-masing pendiri.
- Gaji dan Remunerasi: Mengatur kebijakan awal mengenai gaji untuk para pendiri yang juga bekerja di perusahaan.
3. Ketentuan Pengalihan Saham (Share Transfer Provisions)
Ini adalah bagian paling vital dari sebuah SHA, yang mengatur pergerakan saham.
- Right of First Refusal (ROFR): Jika seorang pemegang saham (“Penjual”) ingin menjual sahamnya kepada pihak ketiga, ia wajib menawarkannya terlebih dahulu kepada pemegang saham yang ada dengan harga dan syarat yang sama. Ini untuk menjaga agar kepemilikan tidak jatuh ke tangan orang asing yang tidak diinginkan.
- Tag-Along Right (“Hak Ikut Menjual”): Melindungi pemegang saham minoritas. Jika pemegang saham mayoritas mendapatkan tawaran untuk menjual sahamnya, pemegang saham minoritas berhak untuk “ikut” dalam penjualan tersebut dengan harga dan syarat yang sama.
- Drag-Along Right (“Hak Menyeret untuk Menjual”): Melindungi pemegang saham mayoritas. Jika mayoritas (misalnya, 75% pemegang saham) setuju untuk menjual seluruh perusahaan, mereka dapat “menyeret” pemegang saham minoritas yang menolak untuk ikut menjual sahamnya dengan harga dan syarat yang sama. Ini penting untuk kelancaran proses akuisisi.
4. Skenario “Leaver” (Baik atau Buruk)
SHA akan mengatur secara detail apa yang terjadi jika seorang pendiri berhenti bekerja untuk perusahaan.
- Good Leaver: Seseorang yang keluar dengan alasan yang baik (misalnya, pensiun, sakit, atau diberhentikan tanpa kesalahan). Biasanya mereka berhak menjual sahamnya dengan harga pasar yang wajar.
- Bad Leaver: Seseorang yang dipecat karena melakukan pelanggaran serius (fraud, tindakan kriminal), mengundurkan diri sebelum periode tertentu, atau langsung bergabung dengan kompetitor. SHA bisa mengatur bahwa bad leaver wajib menjual kembali sahamnya kepada perusahaan atau pendiri lain dengan harga diskon yang signifikan (misalnya, harga perolehan awal).
5. Ketentuan Pendanaan di Masa Depan
- Kewajiban Setoran Modal: Bagaimana jika perusahaan membutuhkan suntikan dana di masa depan? Apakah semua pemegang saham wajib menyetor secara prorata? Apa konsekuensinya jika ada yang tidak mampu?
- Anti-Dilusi (Anti-Dilution): Klausul yang melindungi pemegang saham awal dari dilusi kepemilikan yang tidak wajar saat investor baru masuk dengan valuasi yang lebih rendah.
Mengapa Contoh Shareholders Agreement dari Internet Berbahaya?
Mengunduh template SHA dari internet adalah sebuah langkah yang sangat berisiko, karena:
- Tidak Ada Konteks Personal: SHA adalah dokumen yang sangat personal dan kontekstual. Template tidak akan pernah bisa menangkap dinamika, kekhawatiran, dan kesepakatan unik di antara tim pendiri Anda.
- Risiko Klausul Tidak Sah: Banyak klausul canggih dalam SHA (seperti bad leaver atau non-compete) yang harus dirancang dengan sangat hati-hati agar dapat ditegakkan di bawah hukum perusahaanIndonesia. Template generik sering kali tidak memenuhi standar ini.
- Menciptakan Ambiguitas: Tujuan utama SHA adalah menciptakan kejelasan. Template yang bahasanya ambigu justru bisa menjadi sumber sengketa baru, mengkhianati tujuan pembuatannya.

Skailaw: Arsitek Kemitraan Bisnis Anda
Membuat perjanjian pemegang saham yang baik membutuhkan lebih dari sekadar keahlian hukum; ia membutuhkan kecerdasan emosional, pemahaman bisnis, dan kemampuan untuk memfasilitasi percakapan yang sulit.
Di Skailaw, jasa pembuatan SHA kami adalah sebuah proses konsultatif yang mendalam.
Proses Kami: Fasilitasi, Bukan Sekadar Drafting
- Founder Alignment Workshop: Kami tidak memulai dengan meminta Anda mengisi formulir. Kami memulai dengan sebuah sesi lokakarya. Tim kami akan memandu para pendiri melalui serangkaian skenario “bagaimana jika…” untuk memancing diskusi, mengungkap ekspektasi yang tersembunyi, dan membantu Anda mencapai konsensus mengenai poin-poin paling krusial.
- Perancangan yang Disesuaikan (Bespoke Drafting): Hasil dari sesi lokakarya tersebut akan kami tuangkan ke dalam draf SHA yang 100% disesuaikan untuk Anda. Kami menggunakan bahasa yang jelas dan klausul-klausul yang sudah teruji dalam berbagai skenario untuk memastikan perlindungan maksimal.
- Pendekatan Terintegrasi: Nasihat hukum kami selalu mempertimbangkan gambaran besarnya. Kami akan memastikan bahwa struktur yang disepakati dalam SHA selaras dengan Anggaran Dasar PT Anda dan masuk akal dari sisi perpajakan dan strategi bisnis jangka panjang.
Kami tidak hanya memberikan Anda sebuah dokumen. Kami membantu Anda membangun sebuah kesepakatan yang adil, jernih, dan kokoh yang akan menjadi pedoman kemitraan Anda untuk tahun-tahun mendatang.
Dokumen Paling Penting untuk Mencegah Pecah Kongsi
Perjanjian Pemegang Saham adalah investasi paling penting yang dapat Anda buat untuk kesehatan dan kelanggengan hubungan antar pendiri. Ia adalah jaring pengaman yang Anda pasang saat cuaca cerah, yang akan menyelamatkan Anda saat badai tak terduga datang.
Jangan biarkan asumsi, harapan, dan kesepakatan lisan menjadi bom waktu yang siap meledakkan bisnis Anda dari dalam. Lakukan percakapan yang sulit itu sekarang, saat hubungan masih kuat dan pikiran masih jernih.
Bangun kemitraan bisnis Anda di atas fondasi hukum yang jelas, adil, dan tak tergoyahkan. Hubungi Skailaw hari ini untuk memfasilitasi dan merancang Perjanjian Pemegang Saham yang akan melindungi visi bersama Anda dan mengamankan masa depan perusahaan Anda.


