Di tengah hiruk pikuk dunia yang berorientasi pada profit, ada sebuah panggilan jiwa yang mendorong banyak individu untuk memberikan kembali kepada masyarakat. Panggilan untuk mendirikan sekolah gratis, membangun panti asuhan, melestarikan lingkungan, atau menyebarkan nilai-nilai keagamaan. Niat mulia ini adalah percikan api. Namun, agar api tersebut bisa menyala terang, berkelanjutan, dan mendapatkan kepercayaan publik, ia membutuhkan sebuah wadah yang kokoh dan diakui secara hukum.
Table of Contents
ToggleDi Indonesia, wadah hukum utama untuk melembagakan kegiatan nirlaba di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan adalah Yayasan.
Namun, berbeda dengan PT atau CV yang bertujuan mencari keuntungan, pendirian yayasan diatur oleh serangkaian peraturan yang sangat spesifik dan ketat, yang dirancang untuk menjaga kemurnian tujuannya. Prosesnya bukanlah sekadar pendaftaran biasa; ini adalah sebuah komitmen hukum yang serius. Mencoba menavigasinya tanpa pemahaman yang benar bisa berakibat pada struktur organisasi yang lemah atau bahkan cacat hukum.
Di sinilah jasa pembuatan yayasan profesional berperan. Mereka bukan hanya pengurus dokumen, melainkan arsitek hukum yang membantu Anda menerjemahkan visi mulia Anda ke dalam struktur Anggaran Dasar yang kuat dan patuh hukum.
Panduan ini akan menjadi peta jalan Anda. Kami akan mengupas tuntas filosofi unik di balik yayasan, merinci setiap syarat mendirikan yayasan sesuai UU terbaru, menjelaskan alur prosesnya yang wajib melalui notaris, dan memberikan gambaran transparan mengenai biaya mendirikan yayasan.
Memahami Filosofi dan Struktur Unik Yayasan
Sebelum melangkah ke aspek teknis, sangat penting untuk memahami jiwa dari sebuah yayasan. Ini akan membentuk cara Anda memandang dan mengelola organisasi Anda di masa depan.
Prinsip Inti: Nirlaba dan Pemisahan Kekayaan
Dua prinsip ini adalah fondasi dari eksistensi sebuah yayasan:
- Nirlaba (Non-Profit): Tujuan pendirian yayasan bukan untuk mencari keuntungan bagi para pendiri, pengurus, pembina, atau pengawasnya. Seluruh kekayaan dan hasil kegiatan usaha yayasan wajib digunakan sepenuhnya untuk mencapai maksud dan tujuannya di bidang sosial, keagamaan, atau kemanusiaan. Yayasan dilarang keras membagikan keuntungan dalam bentuk dividen atau sejenisnya.
- Pemisahan Kekayaan: Saat Anda mendirikan yayasan, Anda wajib memisahkan sebagian harta kekayaan pribadi Anda untuk dijadikan “kekayaan awal” yayasan. Begitu dipisahkan, kekayaan ini secara hukum bukan lagi milik Anda, melainkan telah menjadi milik badan hukum yayasan. Prinsip ini memastikan bahwa aset yayasan didedikasikan sepenuhnya untuk misinya.
Struktur Tiga Organ Wajib: Pembina, Pengurus, dan Pengawas
Untuk menjaga akuntabilitas dan mencegah penyalahgunaan, Undang-Undang Yayasan (UU No. 16/2001 jo. UU No. 28/2004) mewajibkan adanya tiga organ dengan fungsi yang terpisah. Anggota dari satu organ dilarang merangkap jabatan di organ lainnya.
- Pembina (Board of Trustees):
Ini adalah organ tertinggi di dalam yayasan, memegang kewenangan yang tidak diserahkan kepada Pengurus atau Pengawas. Peran mereka mirip seperti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada PT. Tugas utamanya meliputi: mengangkat dan memberhentikan anggota Pengurus dan Pengawas, menetapkan kebijakan umum yayasan, dan menyetujui perubahan Anggaran Dasar. - Pengurus (Board of Management/Executives):
Ini adalah organ pelaksana yang menjalankan kegiatan yayasan sehari-hari untuk mencapai tujuannya. Merekalah “wajah” yayasan. Struktur Pengurus minimal terdiri dari seorang Ketua, seorang Sekretaris, dan seorang Bendahara. - Pengawas (Supervisory Board):
Ini adalah organ pengawas internal. Tugas utama mereka adalah melakukan pengawasan serta memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan. Mereka memastikan bahwa Pengurus bekerja sesuai dengan Anggaran Dasar dan tujuan yayasan.
Struktur tiga pilar ini dirancang untuk menciptakan mekanisme checks and balances internal.

Syarat Mendirikan Yayasan Sesuai Peraturan Terbaru
Proses pendirian yayasan adalah proses hukum formal. Berikut adalah rincian syarat mendirikan yayasanyang perlu Anda persiapkan.
1. Syarat Para Pendiri
- Jumlah: Yayasan dapat didirikan oleh satu orang atau lebih.
- Kewarganegaraan: Pendiri bisa merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Namun, pendirian oleh WNA memiliki syarat kekayaan awal yang berbeda (lebih tinggi).
- Dokumen: Fotokopi KTP (untuk WNI) atau Paspor (untuk WNA) dari setiap pendiri.
2. Syarat Nama Yayasan
- Wajib Menggunakan Kata “Yayasan”: Nama harus diawali dengan frasa “Yayasan”.
- Minimal 3 Kata: Nama yayasan (setelah kata “Yayasan”) harus terdiri dari minimal tiga kata.
- Unik dan Sesuai Norma: Nama tidak boleh sama atau mirip dengan nama yayasan lain yang sudah ada, serta tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan.
3. Syarat Kekayaan Awal
Ini adalah syarat yang fundamental, sebagai bukti komitmen awal dari para pendiri.
- Jumlah Minimum: Peraturan perundang-undangan menetapkan jumlah minimum kekayaan awal yang dipisahkan, yang besarannya berbeda untuk yayasan yang didirikan oleh WNI dan yayasan yang didirikan oleh orang asing atau bersama orang asing.
- Bukti: Komitmen ini harus dibuktikan dengan Surat Pernyataan Pendiri mengenai kesanggupan memisahkan kekayaan tersebut.
4. Syarat Dokumen dan Informasi untuk Akta Pendirian
Saat Anda bertemu dengan notaris atau konsultan, Anda perlu menyiapkan informasi ini yang akan dituangkan dalam akta pendirian yayasan:
- Nama dan Tempat Kedudukan Yayasan.
- Maksud dan Tujuan: Uraian yang jelas mengenai kegiatan di bidang sosial, keagamaan, atau kemanusiaan yang akan menjadi fokus yayasan.
- Jangka Waktu Pendirian.
- Struktur Organ Yayasan: Menentukan siapa saja yang akan duduk sebagai Pembina, Pengurus (Ketua, Sekretaris, Bendahara), dan Pengawas untuk pertama kalinya. Siapkan fotokopi KTP dan NPWP dari setiap calon organ.
Proses Lengkap Pendirian Yayasan dengan Bantuan Jasa Profesional
Berbeda dengan PT Perorangan, pendirian yayasan wajib hukumnya dilakukan melalui Akta Notaris.Berikut adalah alur proses yang akan dikelola oleh jasa pembuatan yayasan profesional.
Langkah 1: Konsultasi dan Perumusan Anggaran Dasar
Proses tidak dimulai dengan pembuatan akta, melainkan dengan diskusi. Konsultan yang baik akan duduk bersama Anda untuk menggali dan merumuskan visi, misi, serta maksud dan tujuan yayasan secara detail. Ini akan menjadi jiwa dari Anggaran Dasar Anda.
Langkah 2: Pembuatan Akta Pendirian di Hadapan Notaris
Setelah semua informasi lengkap, konsultan akan berkoordinasi dengan Notaris rekanan untuk menyusun draf akta pendirian yayasan. Setelah draf disetujui, para pendiri dan organ pertama akan menandatangani akta tersebut di hadapan Notaris.
Langkah 3: Pengesahan Badan Hukum dari Kemenkumham
Notaris akan mengajukan akta tersebut secara elektronik ke Kementerian Hukum dan HAM. Setelah diverifikasi dan disetujui, Kemenkumham akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pengesahan. Sejak tanggal SK inilah, yayasan Anda resmi berstatus sebagai badan hukum.
Langkah 4: Pendaftaran NPWP Yayasan
Setelah sah sebagai badan hukum, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan yayasan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mendapatkan NPWP atas nama yayasan.
Langkah 5: Pengurusan NIB melalui OSS (Jika Diperlukan)
Jika yayasan Anda berencana untuk melakukan kegiatan usaha yang menunjang tujuannya (misalnya, mendirikan sekolah, klinik, atau unit usaha lain yang keuntungannya akan kembali ke yayasan), maka yayasan tersebut juga wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diurus melalui sistem OSS.
Langkah 6: Pendaftaran Tambahan
Tergantung pada bidang kegiatannya, yayasan mungkin perlu didaftarkan di instansi lain, seperti Tanda Daftar Yayasan (TDY) di Dinas Sosial setempat.

Estimasi Biaya Mendirikan Yayasan
Pertanyaan mengenai biaya mendirikan yayasan adalah hal yang wajar. Meskipun bertujuan nirlaba, proses legalitasnya tetap memerlukan investasi awal.
Komponen Utama Biaya:
- Biaya Jasa Notaris: Ini adalah komponen biaya terbesar. Biaya ini mencakup jasa konsultasi, penyusunan akta yang kompleks, dan pengajuan pengesahan ke Kemenkumham.
- PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak): Ini adalah biaya resmi yang ditetapkan pemerintah untuk proses pengesahan di Kemenkumham.
- Biaya Jasa Konsultan: Jika Anda menggunakan jasa konsultan seperti Skailaw, akan ada biaya untuk layanan manajemen proyek, koordinasi, serta pengurusan izin turunan seperti NPWP dan NIB.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Total Biaya:
- Keterlibatan Pendiri Asing: Yayasan yang didirikan oleh atau melibatkan WNA memiliki syarat kekayaan awal yang lebih tinggi dan terkadang memerlukan penyiapan dokumen yang lebih kompleks, yang bisa memengaruhi biaya.
- Kompleksitas Anggaran Dasar: Anggaran Dasar yang sangat detail dengan banyak program dan unit kegiatan mungkin memerlukan waktu penyusunan yang lebih lama.
- Kebutuhan Izin Operasional: Jika yayasan Anda membutuhkan NIB dan izin-izin turunan lainnya, ini akan menambah cakupan pekerjaan dan total biaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang akurat, cara terbaik adalah meminta penawaran paket lengkap dari penyedia jasa yang transparan.
Skailaw: Partner Profesional untuk Misi Mulia Anda
Di Skailaw, kami memahami bahwa di balik setiap pendirian yayasan, ada sebuah niat tulus dan visi yang besar. Jasa pembuatan yayasan kami dirancang untuk menghormati dan memperkuat visi tersebut dengan fondasi hukum yang kokoh.
- Pendekatan Berbasis Misi: Kami memulai dengan mendengarkan. Kami ingin memahami mengapaAnda mendirikan yayasan ini. Pemahaman mendalam atas misi Anda akan kami terjemahkan ke dalam pasal-pasal Anggaran Dasar yang kuat dan sejalan dengan tujuan Anda.
- Jaringan Notaris Terpercaya: Kami bekerja sama dengan Notaris-notaris yang memiliki rekam jejak dan pemahaman yang mendalam mengenai hukum yayasan, memastikan akta pendirian yayasan Anda tidak hanya patuh, tetapi juga disusun dengan kualitas terbaik.
- Layanan Terintegrasi: Setelah yayasan Anda berdiri, kami dapat terus mendukung Anda. Apakah Anda membutuhkan NIB untuk unit usaha Anda? Atau membutuhkan nasihat mengenai aspek perpajakan untuk entitas nirlaba? Tim kami siap membantu.
Wujudkan Misi Anda dalam Wadah yang Aman dan Tepercaya
Sebuah niat baik, betapapun mulianya, membutuhkan struktur untuk bisa bertahan, bertumbuh, dan berdampak luas. Yayasan adalah struktur hukum yang disediakan oleh negara untuk tujuan tersebut. Proses pendiriannya yang formal dan diatur secara ketat bukanlah sebuah rintangan, melainkan sebuah filter untuk memastikan bahwa entitas yang lahir benar-benar kredibel dan akuntabel.
Dengan menyerahkan proses ini kepada para ahli, Anda tidak hanya menghemat waktu dan menghindari kesalahan, tetapi Anda juga sedang membangun sebuah institusi yang sejak hari pertama telah berdiri di atas fondasi hukum yang benar. Ini adalah modal utama untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, para donatur, dan semua pemangku kepentingan yang akan mendukung misi Anda.
Wujudkan visi sosial, keagamaan, atau kemanusiaan Anda ke dalam sebuah wadah yang aman, tepercaya, dan berkelanjutan. Hubungi Skailaw hari ini untuk mendapatkan panduan dan jasa pembuatan yayasan yang akan membantu Anda membangun fondasi hukum yang kokoh untuk tujuan mulia Anda.


